Cara Memilih Ayam Segar di Pasar: 7 Ciri yang Wajib Anda Tahu
INFO PRODUK & EDUKASI
Fhay! - MEUKUTA Newsroom
12/11/20252 min read


Memilih ayam segar di pasar bukan perkara sepele. Ayam adalah bahan protein utama dalam banyak hidangan, dan kualitasnya sangat menentukan rasa, tekstur, serta keamanan makanan yang Anda sajikan. Sayangnya, masih banyak konsumen yang belum mengetahui ciri-ciri ayam segar dan bagaimana menghindari ayam suntik atau ayam berformalin.
Agar Anda tidak salah pilih, berikut 7 ciri ayam segar yang wajib Anda perhatikan—panduan praktis yang digunakan oleh para profesional, termasuk standar yang kami terapkan di Meukuta Chicken.
1. Perhatikan Warna Daging: Cerah, Merah Muda Alami
Ayam segar memiliki warna:
merah muda cerah,
tidak pucat berlebihan,
tidak terlalu merah darah,
tidak kebiruan atau kehitaman.
Warna yang tidak alami menandakan ayam disimpan terlalu lama, tidak segar, atau terkontaminasi suhu penyimpanan tidak tepat.
Tips: Jika warnanya mengkilap tidak wajar atau terlalu putih bersih seperti “polished”, patut dicurigai telah mengalami perendaman kimia.
2. Cium Aromanya: Harus Netral dan Tidak Asam
Aroma adalah indikator terkuat kesegaran.
Ayam segar berbau:
netral,
lembut,
tidak menyengat,
tidak anyir berlebihan,
tidak berbau asam atau busuk.
Jika tercium aroma “asam manis” atau “menyengat”, itu tanda awal pembusukan.
3. Rasakan Teksturnya: Kenyal dan Padat
Sentuh permukaan daging ayam. Ciri ayam segar:
teksturnya padat,
tidak terlalu lembek,
tidak terlalu keras,
serat daging kembali ke bentuk semula setelah ditekan.
Jika daging terasa “berair”, licin, atau sulit diperas, kemungkinan telah direndam atau sudah tidak segar.


4. Periksa Bagian Lemaknya
Lemak ayam segar berwarna:
putih krem,
tidak kekuningan pekat,
tidak keabu-abuan.
Lemak yang berubah warna biasanya menandakan ayam tua, ayam disimpan terlalu lama, atau teknik penyimpanan buruk.
Catatan: Ayam dengan lemak yang jernih adalah ayam yang masih segar dan tidak teroksidasi.
5. Lihat Kondisi Kulit dan Permukaan Ayam
Kulit ayam segar biasanya:
halus,
tidak robek berlebihan,
tidak ada bekas darah menggumpal,
tidak ada bercak merah gelap atau ungu (tanda memar atau stress sebelum dipotong).
Jika kulit tampak sangat basah atau mengkilap seperti diberi lapisan air, berhati-hatilah.
6. Cek Cairan yang Keluar dari Daging
Ayam suntik atau ayam berair umumnya mengeluarkan banyak cairan putih atau bening ketika ditekan.
Indikasi ayam suntik:
daging terasa lebih berat dari ukurannya,
teksturnya lembek dan berlubang,
keluar banyak cairan saat ditekan,
warnanya tampak lebih pucat dan tidak natural.
Ayam suntik berbahaya karena memengaruhi kualitas, rasa, dan keamanan makanan.
7. Jangan Terpikat Harga Terlalu Murah
Harga sering kali mencerminkan kualitas.
Jika harga jauh di bawah standar pasar, kemungkinan:
ayam terlalu tua,
penyimpanan buruk,
kualitas rendah,
atau ayam suntik untuk menaikkan berat.
Lebih baik memilih penjual dengan reputasi baik daripada menyesal setelah memasak.


Singkatnya, Ayam Segar Punya Ciri:
warna natural,
aroma netral,
tekstur padat,
lemak cerah,
kulit mulus,
tidak berair,
harganya masuk akal.
Jika Anda mengikuti tujuh poin ini, kecil kemungkinan Anda membeli ayam kualitas buruk.




